Awalnya aku gak jadi MUA kok cuma seneng
aja, seneng gambar diwajah orang aja, dari kesukaan itu menjadi ladang rejeki
saat ini dan semoga menjadi ladang rejeki seterusnya, amin.... aku memang bukan
lulusan sekolah kecantikan, aku lulusan Pendidikan sejarah disalah satu
Universitas negeri di Yogyakarta, dan sampai saat ini aku masih tinggal di kota
pelajar ini, semoga seterusnya disini. Kota ini begitu nyaman dan kenyamanan
yang tak bisa didefinisikan pastinya, coba aja kalian semingga aja disini pasti
pengen kembali dan kembali lagi .
Aku memulai karier ku di dunia permakeup an
tidak lepas dari jogja, aku memulai semuanya dari nol dikota pelajar ini. tahun
2014 pertama kalinya ku melukiskan makeup di wajah seseorang, lebih tepatnya di
bulan Agustus, untuk mbk Dewi, teman kakak ku yang kala itu wisuda. Awalnya aku
gak punya peralatan makeup seperti sekarang ini, aku awalnya hanya peralatan
makeup keseharian aja, seperti bedak, pensil alis, maskara, lipstik,
foundation. Itu aja foundation beli gara
gara pengen punya aja dan gak pernah dipakai sebelumnya. Beli foundation
gara-gara tergoda diskon di mall. cuma itu makeup yang aku punya di awal.
Disuruh ngemakeup mbk dewi sumpah aku takut, pertama kalinya makeup acara
wisuda, ya walaupun sebelumnya sudah pernah makeupin orang dan itu masih
didampingin ibu. Oh iya eyeshadow yang dipakai buat makeupin mbk dewi itu
eyeshadownya kakak, saat itu memang aku belum punya dan makeup perlengkapan
lain miliknya mbk dewi sendiri.
Setelah aku keterima di kampus ku itu aku
ikut organisasi, dalam organisasi itu kalau ada acara dan berkaitan dengan
makeup itu biasanya aku ikut makeupin saat itu aku juga masih belum punya
makeup yang banyak seperti sekarang ini. pertama kalinya makeup untuk acara
display ormawa saat itu makeup nya dibawa dari mbk anggun jadi tinggal pakai,
dari mbk anggun aku juga belajar, belajar makeup karakter. Dari acara display
tersebut berkelanjutan sampai makeup MC acara semnas, makeup acara pentas
akhir, makeup dan sanggulin tari, makeupin acara kampus itu sama sekali gak
dibayar tapi aku seneng aja bisa dapat ilmu baru temen baru setidaknya orang
mengapresiasi karya ku, oh iya selama aku makeupin acara ormawa itu makeup
sudah disediakan jadi aku tinggal makeuin aja, maklum alat makeup ku belum
banyak. Disitu aku belum niatan untuk buka makeup di jogja.
Sampai akhirnya banyak orang yang tanya
dengan ku, “kamu buka jasa makeup ya?” tidak satu atau dua orang saja yang
tanya bahkan banyak yg nyaranin untuk buka aja. sampai pada akhirnya aku mulai
berkeinginan untuk buka, tapi belum buka. Aku mulai membeli peralatan makeup
walaupun sedikit-sedikit. Masih ingat banget aku pertama kali beli alat makeup
itu eyeshadow, oh iya jadi kan udah punya compact powder, loose powder,
maskara, lipstik, foundation jadi aku gak beli lagi. aku beli eyeshadow wardah
yg isi 3 itu, barangnya udah exp kalau sekarang tapi belum ku buang aku masih
sayang walaupun udah gak dipakai. Aku belinya pakai uang jajan yang aku
kumpulin dikit-dikit karena gak mungkin buat minta modal ke bapak ibu walaupun kalau minta modal pasti dimodalin.
Aku tiap bulannya beli makeup maksimal 2 jenis yang berbeda, sampai akhirnya
makeup sudah terkumpul lumayan walaupun belum yang bagus-bagus banget sih tapi
setidaknya lengkap. Ngumpulin peralatan sampai dengan kuas kira-kira selama 6
bulan. Hingga akhirnya aku mulai terima job, tapi masih takut-takut gitu kalau
hasilnya kurang maksimal. Tahun 2015 makeup nya harga 50.000 per orang aku yang
datang ke lokasi juga tapi saat itu masih area kampus jadi masih aman deket
dari kos an. Uang makeup yang aku dapet itu gak tak pakai yang lain, tetapi tak
pakai buat beli makeup yang kualitas nya lebih bagus.
Masih di tahun 2015 dengan harga makeup
yang masih 50.000 itu aku dapet booking makeup 3 orang, bahagia banget rasanya
walaupun capek. Saat itu uang makeup 150.000 ku beliin concealer kemajuan punya
concealer dan 1 lipgloss dan sisa 20 ribu tak pake jajan. Pertama kalinya jajan
pake uang makeup. Alhamdulillah makeup semakin dikenal orang, job mulai
berdatangan. Di tahun 2016 aku masih belum promo in karya ke media sosia, di
tahun 2016 ini makeup nya Cuma bantu ibu aja di jogja nya off dulu karena
kuliah lagi padat padatnya. 2017 aku memulai lagi tentunya dengan pralatan
makeup yang lebih baik lagi, selama aku off itu aku tetep ngumpulin uang buat
beli makeup, di tahun tersebut job mulai bermunculan, job tersebut murni job
sendiri bukan karena ikut ibu. Mulai dari makeup in mbk ana pelwis, makeup mbk
winda buat prewed, makeup wisuda juga mulai bermunculan. Uang hasil makeup
masih sama aku belanjain lagi tapi sebagian udah mulai ku simpan kalau sewaktu
waktu butuh.
Ditahun itu juga aku sudah kerja
dibimbingan belajar, aku lupa mulai masuk di bimbel itu kapan. Alhamdulillah
kerja di bimbel, makeup dan kuliah gak bertabrakan. Jadi jadwal di bimbel nya
itu disela sela kuliah, ketika kuliah jeda aku ambil buat ngajar, oh iya ngajar
nya walaupun ikut bimbel aku tetap terjun ke sekolah langsung, untung jarak
sekolah sama kampus Cuma 15 menit. Dan makeup ku Cuma di weekend. Awalnya aku
dilarang keras oleh bapak ibu ketika aku ambil kerja di bimbel karena sudah
makeup, awalnya bapak memberi pilihan untuk memilih salah satu dari keduanya karena
bapak takut aku IPKnya mlorot kayak tahun 2016. Dengan diam-diam aku masih
menjalani keduanya. Uang hasil dari bimbel itu setengahnya tetap aku alokasikan
buat makeup, oh iya saat itu aku belum punya beauty case aku masih pake tas
punggung kesayangan untuk makeupin. Dipertengan 2017 aku baru bilang lagi ke
bapak ibuk kalau aku masih di dua duanya tapi saat itu aku off dari bimbel
kalau gak salah bulan agustus aku off karena KKN jadi pekerjaan ku saat itu
makeupin orang aja.
Ketika aku KKN aku dapet job makeup di
deket kampus, saat itu aku KKN di Sinduadi, ya memang jarak tempat KKN dan kost
client gak terlalu jauh, aku berangkat saat itu dari posko KKN, dibilang takut sih iya karena
konon katanya jalanan nya angker dan sebagainya tapi alhamdulillah sampai
dengan selamat. Setelah KKN aku masih juga off dari pekerjaan ku di bimbel
karena aku masih harus praktik mengajar dilapangan. Gimana dengan makeupnya ?
aku masih menjalani nya, saat itu aku makeup tetap pagi untuk wisuda dan
mungkin ke sekolahnya aku telat untung gak ada jam ngajar, dan aku pernah izin
karena makeup prewed (jangan di tiru) aku izinnya ketika gak ada jam ngajar
juga sih. Masih dengan 2017 ditahun yang sama aku dipertemukan dengan iness
partner makeup. Saat itu aku diajak dia untuk makeup diacara besar menurutku,
makeup in keluarga pengantin di gedung APMD jogja saat itu yang dimakeup ada
14-17 orang, yang makeup hanya aku dan iness. Jangan ditanya rasanya gimana
rasanya pegel banget sampai rumah langsung tidur J. Nah hasil makeup itu uang nya aku beliin tas makeup, (jangan
dipikir tas makeup yang ada kaca lampunya itu) yang aku beli Cuma tas makeup
jinjing, rasanya bahagia banget seperti mimpi bisa punya tas begitu dan
seisinya dari hasil sendiri. Kalau diibaratkan pohon tahun 2017 itu seperti
daun yang baru tumbuh dan mulai berkembang. ditahun ini masih ku inget banget KKL 3 bisa pakai uang sendiri walaupun tidak full rasanya bahagia.
2018 aku dipertemukan dengan Muthi saat itu
ketika makeup ibu calon pengantin wanita, aku bagian hairdo dan dia bagian
makeup dari situlah kami menjadi partner diacara tertentu. Di tahun itu juga
aku dipertemukan dengan mbk lovi, mbk terbaik ku dipermakeupan dan masih di
tahun yg sama ketemu mbk rifa. Tahun banyak ketemu orang istimewa, intinya dari
makeup banyak teman dan keluarga, di tahun ini juga job mulai mengalir makeup
wisuda bertambah, Makeup ngunduh mantu, makeup panitia, makeup bridesmaid,
makeup model fashionshow, makeup keluarga pengantin. Berpindah dari rumah satu
ke rumah yang lain, dari hotel yang biasa sampai dengan yang berbintang lima.
Di tahun ini makeup yang aku miliki mulai ku upgrade dari produk lokal yang
grade sekian menjadi produk lokal nomer 1-3 dan mulai merambah brand luar
seperti makeup forever, shuemura dan brand lainnya. Uang makeup nya kemana ?
aku masih pakai cara lama Cuma sekarang bagi nya beda buat keperluan kuliah,
disimpan, uprade brand. Alhamdulillah sedikit sedikit bisa biayai kebutuhan kuliah sendiri walaupun belum full. Dan di akhir tahun 2018 bisa membeli beauty case
yang ada lampunya seperti keinginan ku. Alhamdulillah nikmat tuhan memang
indah. Berarti 2018 kamu lurus lurus saja dong ? nggak kata siapa lurus aja,
aku pernah di tipu salah satu client dia bilangnya makeup buat akad tetapi
ternyata dipakai buat resepsi juga, bukan masalah biaya yg aku dapet dikit,
tapi setidaknya jujur lebih indah toh kalau dia memang adanya uang segitu untuk
makeup resepsi aku bisa dan aku mau nungguin untuk touch up tetapi kenapa harus
bohong juga. rasanya sakit aja di bohongin ama client. Tetapi karena dibohongin
itu aku belajar, aku belajar untuk tegas kepada clinet, karena hasil dari
client gak cuma kita yang liat tapi orang lain juga kalau hasilnya gak sesuai
juga kita yang kena jeleknya profesi kita yang jelek. Dan parahnya lagi saat
itu kan aku masih manut, nurut apa kata client, client bilang gak usah di foto
dan fotonya akan dikasih yg dari fotografer nya karena saat itu memang aku gak
bawa kamera. Oh iya gimana dengan kuliah nya ? alhamdulillah aku lulus d bulan
Agustus 2018, tepat 4 tahun study, walaupun aku bukan anak yang cumlaude
setidanya dari organisasi, dari kelas bahkan dari lingkungan sekitar banyak
ilmu yang didapatkan.
2019 semoga lebih baik lagi (akan ada cerita lanjutan nya)


