Rabu, 27 Maret 2019

ketika Hobi itu dibayar (part 1)



Awalnya aku gak jadi MUA kok cuma seneng aja, seneng gambar diwajah orang aja, dari kesukaan itu menjadi ladang rejeki saat ini dan semoga menjadi ladang rejeki seterusnya, amin.... aku memang bukan lulusan sekolah kecantikan, aku lulusan Pendidikan sejarah disalah satu Universitas negeri di Yogyakarta, dan sampai saat ini aku masih tinggal di kota pelajar ini, semoga seterusnya disini. Kota ini begitu nyaman dan kenyamanan yang tak bisa didefinisikan pastinya, coba aja kalian semingga aja disini pasti pengen kembali dan kembali lagi  .
Aku memulai karier ku di dunia permakeup an tidak lepas dari jogja, aku memulai semuanya dari nol dikota pelajar ini. tahun 2014 pertama kalinya ku melukiskan makeup di wajah seseorang, lebih tepatnya di bulan Agustus, untuk mbk Dewi, teman kakak ku yang kala itu wisuda. Awalnya aku gak punya peralatan makeup seperti sekarang ini, aku awalnya hanya peralatan makeup keseharian aja, seperti bedak, pensil alis, maskara, lipstik, foundation. Itu aja foundation  beli gara gara pengen punya aja dan gak pernah dipakai sebelumnya. Beli foundation gara-gara tergoda diskon di mall. cuma itu makeup yang aku punya di awal. Disuruh ngemakeup mbk dewi sumpah aku takut, pertama kalinya makeup acara wisuda, ya walaupun sebelumnya sudah pernah makeupin orang dan itu masih didampingin ibu. Oh iya eyeshadow yang dipakai buat makeupin mbk dewi itu eyeshadownya kakak, saat itu memang aku belum punya dan makeup perlengkapan lain miliknya mbk dewi sendiri.
Setelah aku keterima di kampus ku itu aku ikut organisasi, dalam organisasi itu kalau ada acara dan berkaitan dengan makeup itu biasanya aku ikut makeupin saat itu aku juga masih belum punya makeup yang banyak seperti sekarang ini. pertama kalinya makeup untuk acara display ormawa saat itu makeup nya dibawa dari mbk anggun jadi tinggal pakai, dari mbk anggun aku juga belajar, belajar makeup karakter. Dari acara display tersebut berkelanjutan sampai makeup MC acara semnas, makeup acara pentas akhir, makeup dan sanggulin tari, makeupin acara kampus itu sama sekali gak dibayar tapi aku seneng aja bisa dapat ilmu baru temen baru setidaknya orang mengapresiasi karya ku, oh iya selama aku makeupin acara ormawa itu makeup sudah disediakan jadi aku tinggal makeuin aja, maklum alat makeup ku belum banyak. Disitu aku belum niatan untuk buka makeup di jogja.
Sampai akhirnya banyak orang yang tanya dengan ku, “kamu buka jasa makeup ya?” tidak satu atau dua orang saja yang tanya bahkan banyak yg nyaranin untuk buka aja. sampai pada akhirnya aku mulai berkeinginan untuk buka, tapi belum buka. Aku mulai membeli peralatan makeup walaupun sedikit-sedikit. Masih ingat banget aku pertama kali beli alat makeup itu eyeshadow, oh iya jadi kan udah punya compact powder, loose powder, maskara, lipstik, foundation jadi aku gak beli lagi. aku beli eyeshadow wardah yg isi 3 itu, barangnya udah exp kalau sekarang tapi belum ku buang aku masih sayang walaupun udah gak dipakai. Aku belinya pakai uang jajan yang aku kumpulin dikit-dikit karena gak mungkin buat minta modal ke bapak ibu  walaupun kalau minta modal pasti dimodalin. Aku tiap bulannya beli makeup maksimal 2 jenis yang berbeda, sampai akhirnya makeup sudah terkumpul lumayan walaupun belum yang bagus-bagus banget sih tapi setidaknya lengkap. Ngumpulin peralatan sampai dengan kuas kira-kira selama 6 bulan. Hingga akhirnya aku mulai terima job, tapi masih takut-takut gitu kalau hasilnya kurang maksimal. Tahun 2015 makeup nya harga 50.000 per orang aku yang datang ke lokasi juga tapi saat itu masih area kampus jadi masih aman deket dari kos an. Uang makeup yang aku dapet itu gak tak pakai yang lain, tetapi tak pakai buat beli makeup yang kualitas nya lebih bagus.
Masih di tahun 2015 dengan harga makeup yang masih 50.000 itu aku dapet booking makeup 3 orang, bahagia banget rasanya walaupun capek. Saat itu uang makeup 150.000 ku beliin concealer kemajuan punya concealer dan 1 lipgloss dan sisa 20 ribu tak pake jajan. Pertama kalinya jajan pake uang makeup. Alhamdulillah makeup semakin dikenal orang, job mulai berdatangan. Di tahun 2016 aku masih belum promo in karya ke media sosia, di tahun 2016 ini makeup nya Cuma bantu ibu aja di jogja nya off dulu karena kuliah lagi padat padatnya. 2017 aku memulai lagi tentunya dengan pralatan makeup yang lebih baik lagi, selama aku off itu aku tetep ngumpulin uang buat beli makeup, di tahun tersebut job mulai bermunculan, job tersebut murni job sendiri bukan karena ikut ibu. Mulai dari makeup in mbk ana pelwis, makeup mbk winda buat prewed, makeup wisuda juga mulai bermunculan. Uang hasil makeup masih sama aku belanjain lagi tapi sebagian udah mulai ku simpan kalau sewaktu waktu butuh.
Ditahun itu juga aku sudah kerja dibimbingan belajar, aku lupa mulai masuk di bimbel itu kapan. Alhamdulillah kerja di bimbel, makeup dan kuliah gak bertabrakan. Jadi jadwal di bimbel nya itu disela sela kuliah, ketika kuliah jeda aku ambil buat ngajar, oh iya ngajar nya walaupun ikut bimbel aku tetap terjun ke sekolah langsung, untung jarak sekolah sama kampus Cuma 15 menit. Dan makeup ku Cuma di weekend. Awalnya aku dilarang keras oleh bapak ibu ketika aku ambil kerja di bimbel karena sudah makeup, awalnya bapak memberi pilihan untuk memilih salah satu dari keduanya karena bapak takut aku IPKnya mlorot kayak tahun 2016. Dengan diam-diam aku masih menjalani keduanya. Uang hasil dari bimbel itu setengahnya tetap aku alokasikan buat makeup, oh iya saat itu aku belum punya beauty case aku masih pake tas punggung kesayangan untuk makeupin. Dipertengan 2017 aku baru bilang lagi ke bapak ibuk kalau aku masih di dua duanya tapi saat itu aku off dari bimbel kalau gak salah bulan agustus aku off karena KKN jadi pekerjaan ku saat itu makeupin orang aja.
Ketika aku KKN aku dapet job makeup di deket kampus, saat itu aku KKN di Sinduadi, ya memang jarak tempat KKN dan kost client gak terlalu jauh, aku berangkat saat itu dari  posko KKN, dibilang takut sih iya karena konon katanya jalanan nya angker dan sebagainya tapi alhamdulillah sampai dengan selamat. Setelah KKN aku masih juga off dari pekerjaan ku di bimbel karena aku masih harus praktik mengajar dilapangan. Gimana dengan makeupnya ? aku masih menjalani nya, saat itu aku makeup tetap pagi untuk wisuda dan mungkin ke sekolahnya aku telat untung gak ada jam ngajar, dan aku pernah izin karena makeup prewed (jangan di tiru) aku izinnya ketika gak ada jam ngajar juga sih. Masih dengan 2017 ditahun yang sama aku dipertemukan dengan iness partner makeup. Saat itu aku diajak dia untuk makeup diacara besar menurutku, makeup in keluarga pengantin di gedung APMD jogja saat itu yang dimakeup ada 14-17 orang, yang makeup hanya aku dan iness. Jangan ditanya rasanya gimana rasanya pegel banget sampai rumah langsung tidur J. Nah hasil makeup itu uang nya aku beliin tas makeup, (jangan dipikir tas makeup yang ada kaca lampunya itu) yang aku beli Cuma tas makeup jinjing, rasanya bahagia banget seperti mimpi bisa punya tas begitu dan seisinya dari hasil sendiri. Kalau diibaratkan pohon tahun 2017 itu seperti daun yang baru tumbuh dan mulai berkembang. ditahun ini masih ku inget banget KKL 3 bisa pakai uang sendiri walaupun tidak full rasanya bahagia.
2018 aku dipertemukan dengan Muthi saat itu ketika makeup ibu calon pengantin wanita, aku bagian hairdo dan dia bagian makeup dari situlah kami menjadi partner diacara tertentu. Di tahun itu juga aku dipertemukan dengan mbk lovi, mbk terbaik ku dipermakeupan dan masih di tahun yg sama ketemu mbk rifa. Tahun banyak ketemu orang istimewa, intinya dari makeup banyak teman dan keluarga, di tahun ini juga job mulai mengalir makeup wisuda bertambah, Makeup ngunduh mantu, makeup panitia, makeup bridesmaid, makeup model fashionshow, makeup keluarga pengantin. Berpindah dari rumah satu ke rumah yang lain, dari hotel yang biasa sampai dengan yang berbintang lima. Di tahun ini makeup yang aku miliki mulai ku upgrade dari produk lokal yang grade sekian menjadi produk lokal nomer 1-3 dan mulai merambah brand luar seperti makeup forever, shuemura dan brand lainnya. Uang makeup nya kemana ? aku masih pakai cara lama Cuma sekarang bagi nya beda buat keperluan kuliah, disimpan, uprade brand. Alhamdulillah sedikit sedikit bisa biayai kebutuhan kuliah sendiri walaupun belum full. Dan di akhir tahun 2018 bisa membeli beauty case yang ada lampunya seperti keinginan ku. Alhamdulillah nikmat tuhan memang indah. Berarti 2018 kamu lurus lurus saja dong ? nggak kata siapa lurus aja, aku pernah di tipu salah satu client dia bilangnya makeup buat akad tetapi ternyata dipakai buat resepsi juga, bukan masalah biaya yg aku dapet dikit, tapi setidaknya jujur lebih indah toh kalau dia memang adanya uang segitu untuk makeup resepsi aku bisa dan aku mau nungguin untuk touch up tetapi kenapa harus bohong juga. rasanya sakit aja di bohongin ama client. Tetapi karena dibohongin itu aku belajar, aku belajar untuk tegas kepada clinet, karena hasil dari client gak cuma kita yang liat tapi orang lain juga kalau hasilnya gak sesuai juga kita yang kena jeleknya profesi kita yang jelek. Dan parahnya lagi saat itu kan aku masih manut, nurut apa kata client, client bilang gak usah di foto dan fotonya akan dikasih yg dari fotografer nya karena saat itu memang aku gak bawa kamera. Oh iya gimana dengan kuliah nya ? alhamdulillah aku lulus d bulan Agustus 2018, tepat 4 tahun study, walaupun aku bukan anak yang cumlaude setidanya dari organisasi, dari kelas bahkan dari lingkungan sekitar banyak ilmu yang didapatkan. 
2019 semoga lebih baik lagi (akan ada cerita lanjutan nya)



Selasa, 03 Juli 2018

Sepenggal cerita KKN


 SORRY kalau keluar dari temaa

KKN, Kuliah Kerja Nyata, terjun langsung di masyarakat, membaur dengan masyarakat, apalagi ya ?biasanya didaerah yang jauh dengan kota. Aku KKN di tahun 2017 kemarin lebih tepatnya bukan Agustus-September 2017. Disalah satu desa yang ada di Yogyakarta. KKN periode itu dibagi menjadi 2 periode, juli-agustus dan agustus-September. Banyak pelajaran yang bisa diambil ketika KKN, diantaranya kebersamaan, belajar bermasyarakat, kekeluargaan tetapi yang akan aku ceritakan disini bukan masalah itu aku akan cerita tentang berbagi tempat dan berdampingan dengan dunia lain.
KKN Periode B seharusnya memang lebih untung karena sudah ada jembatan dari periode A, tapi apa daya untuk masalah posko dari kelompok kami menginginkn tempat yang berbeda, salah satunya aku, jujur aku pernah berkunjung di posko periode A tersebut yang niatnya mengunjungi mereka kelompok A tapi yang dilihat yang lain. Ketika menunggu kelompok A datang dari masjid lebih tepatnya menunggu yang putra sih, kami sedang duduk di kursi panjang lantai 2, posisi itu siang hari, saat lagi santai tiba-tiba di tangga ada suara orang jalan, tapi setelah aku lihat tanpa ada siapapun. Udah sih saat itu mikirnya positif aja mungkin perasaan aku aja. Abis itu mereka datang dan aku liat dalam kamar mereka, iya kamar karena saat itu mereka menyewa 2/3 kamar sebagai posko karena di tempat KKN kami memang susah nyari kontrakan untuk dijadikan posko. ketika masuk salah satu kamar mereka yang dirasakan hal yang aneh, dan akhirnya aku liat toilet yang ada, diluar pikiranku dan aku melihat tetesan darah. Setelah aku tanyakan dengan salah satu anak kelompok A dia tidak melihat apa-apa. Oke sampai situ alasan kenapa kelompok kami tidak melanjutkan posko yang sama di tempat tersebut.
Kami masih mencari kontrakan terdekat di daerah situ, dan kami menemukan salah satu rumah yang ada di tengah sawah dan tidak ditempati oleh pemiliknya, sebenarnya kami mau disitu, tapi disamping harganya yang mahal untuk kami masa KKN yang hanya sebulan dan kami membutuhkan biaya yang lain akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengambil rumah itu. Akhirnya kami mendapatkan tawaran dari bapak RT 01 untuk menempati rumah nya, tetapi posisi rumah itu baru setengah jadi. Setelah berdiskusi kami mengambil rumah itu. Aku saat itu memang gak ikut survey dan akhirnya setuju-setuju aja dengan pengambilan keputusan.
 Tanggal 10 Agustus 2017 kalau gak salah sih, kami resmi KKN ditempat itu. Rumah itu mempunyai Kamar 2 yang sudah ada pintu, ruang tamu, dapur, toilet, gudang, garasi, kamar setengah jadi. Kami membagi untuk 1 kamar cowok dan 1 kamar cewek. Hari pertama kedua aman-aman saja, tetapi fisrasat ku setiap langkah ku ada yang melihat dan kadang ada bayangan lewat. Aku gak pernah sebelumnya dengan anak –anak lain karena aku mikirnya ah paling Cuma bayangan ku aja. Beberapa hari sudah terlewati, dan ini akhirnya aku cerita dengan ketuaku. Ketika aku mandi aku melihat sosok perempuan berambut panjang di sisi pojok kamar mandi semakin aku melihat rambutnya semakin panjang. Memang bukan hal yang aneh lagi bagiku untuk melihat itu. Akhirnya cerita ini aku dan ketua ku pendam, dan kita mikirnya mungkin itu gak akan terulang kembali mungkin dia gak sengaja untuk menampakan diri. Setelah beberapa minggu berlalu banyak kejadian yang mungkin janggal buat ku, (dan akan aku ceritakan diakhir juga karena sebagian kejadiannya sama).
Saat itu teman ku dari anak tatabusana sedang jahit baju disela kesibukan kami, saat itu posisi malam hari sih, dia lembur untuk acara fashionshow yang kan digelar oada salah satu acara ternama. Masih aku inget banget saat itu dia sedang menjahit di kamar yang setengah jadi lebih tepatnya di tempat barang barang kami, dan yang lain nya sedang nonton tv dan sibuk dengan kesibukan masing masing. Saat itu aku dengan anak tatabusana, unyil melihat dia jahit, gak sengaja aku melihat sosok putih yang bergelantung di atas, kupikir itu kain putihnya dia (bego bener kan gak bisa bedain mana kain mana poci) dan si unyil celetuk eh tadi apa ya putih putih itu, dan disitu aku baru sadar kalo ternyata yang liat gak aku aja, akhirnya aku juga bilang kalo aku juga melihat, tapi sejauh itu poci gak ganggu, akhirnya kami sudahi hari itu. Saat itu aku tidur dengan unyil dan yang lain di ruang tamu, iya aku gak pernah tidur di kamar kalau tidur, bukan masalah sempit sebenarnya, tapi aku pernah tidur di kamar saat itu siang hari dan siang itu aku melihat hal aneh (gak bisa diceritakan bentuknya) dan dia itu menurut ku cukup jail untuk ku. Saat aku tidur di luar dengan unyil aku mencium bau kemenyan, ya kali kami bakar kemenyan kan gak mungkin juga kan, setiap malam bau itu berubah kadang amis, kadang harus kadang menyan entahlah.
Suatu malam aku memutuskan untuk izin pulang, karena sesuatu yang tidak bisa di ceritakan disini, dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang sekitar jam 10.30 WIB, saat itu jalan satu-satunya untuk lebih cepat sampai di jalan raya adalah jalan sawah, dan ditengah perjalanan saat itu baru mau masuk sawah dipinggiran rumah penduduk lebih tepatnya di bambu melihat api terbang. Dan ketika di jalan fly over jombor aku lewat jalan bawah dan aku mendengar suara minta tolong, udah lah aku biarkan. (sebenrnya kalo mau skip bagian ini skip aja)
Pagi harinya aku jam 5 pagi sampai di posko untuk masak, saat itu tinggal aku sebiji di posko yang lain nya ada kegiatan bikin tempat untuk jimpitan dan mengajar di paud. Ditengah aku masak itu tiba-tiba ada telp akhirnya aku angkat dulu itu telp yang saat itu aku inget banget undah matiin itu kompor dan udah aku rapikan semua bahkan makanan juga sudah disajikan, tetapi saat itu aku mau buang sampah tiba-tiba kompor itu nyala sendiri (okay fine aku dikerjain dia) gak sampe disitu aja. abis itu kan mandi mau ngampus untuk ketemu DPL, ketia selesai mandi mau buka pintu itu susah bener, udah pengen nangis pengen marah dan setelah liat dipojokan ternyata dia tertawa (sumpah serem cuy muka nya gak rata ada darah-darah gitu) dan pintu itu terbuka setelah aku gedor gedor (kayak orang gila ya) akhirnya istrinya pak RT dengar, alhamdullilah banget itu, gak bisa bayangin semikin lama aku natap muka nya dia semakin serem. Iya jadi posko kita itu deket banget dengan rumah pak RT 1 Kayak sebelahan gitu. Okay kali ini aku terselamatkan oleh nya (sorry can, nyil, van, vit, yan masalah ini aku gak cerita ke kalian).
            Saat itu malam hari entah hari apa aku lupa, kami sedang cerita di dapur, iya di dapur karena dapur kami luas dan ada banyak kursi, saat itu sedang asik-asik nya cerita aku liat tangga itu ada anak –anak berlarian sampai aku bilang sama si candra “cand kok itu pada lari lari ngapain ya” dan dia bilang mana gak ada, dan kali kali yang liat Cuma aku aja, setelah itu aku solat menenangkan pikiran, aku emang sengaja solat di tempat putra karena dikamar putri lagi pada tidur tuh dan di kamar putra senggang adanya cholis tidur, aku mikirnya saat itu kamar putra itu aman karena mereka gak pernah cerita yang aneh-aneh dan sebelumnya aku gak pernah masuk ke kamar putra, ternyata tidak juga kamar putra ada penunggu nya, aku melihat sosok hitam nan besar saat itu disebelah si cholis tidur, iya disebelah dan aneh nya si cholis tidur nya biasa aja gitu. Aku kembali ikut nimbrung mereka di dapur lagi aku pindah posisi duduk nih aku duduk nya tak lagi lihat tangga tapi aku liat gudang, ya ampun yang aku lihat orang setengah badan, tubuh gak lengkap. Akhirnya kita memutuskan untuk tidur karena hari mulai larut dan masih banyak proker kita untuk esok hari nya.
            Esok harinya ketika diruang tamu, aku menanyakan vita, apakah ada yang tidur disamping ku selain unyil, dan dia bilang nggk dia tidur di kamar. Dan tiba-tiba candra bilang semalam dia merasa ada yang aneh dikamar seperti ada tumpukan dibutuhnya. Akhirnya tidak aku aja yang mengalami hal aneh ini. beberapa hari kemudian juga ada hal aneh yang dituturkan di unyil saat itu dia di posko dengan ian yang lain lagi bimbel dan kerumah DPL, ada kejadian aneh yang tiba-tiba speaker bisa nyala sendiri, yang sebelumnya jelas-jelas aku cabut semua itu aliran listrik sebelum aku pergi, dan listrik kami katanya mereka tiba-tiba padam hanya lampu depan (kalo gak salah) yang nyala padahal yang lain padam. Kalo dipikir logika gak masuk akal banget kalo semisal konslet hampir semua dan yang tidak hanya lampu 1 didepan aja. kalau kalian tidur bersamaan dengan guling kalian yang berasal dari busa, kali ini aku nggak, aku saat itu tidur dengan posisi lampu mati semua (dan sengaja dimatikan) tiba-tiba aku bangun, dan posisi aku meluk putih-putih, ya allah udah antara kaget serem apalah aku meluk poci.
            Suatu hari ketika hampir selesai nya KKN, udah lah capek banget capek hati pikiran semua nya, ada sosok yang datang mendekat tapi aku tak merespon, bahkan aku biasa saja tanpa menghiraukan nya. Sosok itu persis yang aku liat di joglo, tapi gak tau juga sih sama apa beda. dia terus mencoba interaksi tapi gak aku tangepin, karena aku pengen hidup normal seperti yang lain, dan dia masih berusaha untuk aku respon sekali nya aku respon dia masuk di kaki ku, dan pada akhirnya aku pingsan. Setelah aku sadar aku melihat dia tepat di depan ku dia begitu bahagia melihat teman-teman bingung dengan ku dia tertawa penuh kemenangan.
            Terimakasih kalian yang menjadi bagian pengalaman dari hidupku, terimakasih kalian KKN A maupun B. Akhirnya aku cerita disini.





Senin, 26 Maret 2018

Review Lipmatte Elsheskin

ssalamualaikum wr.wb

girl, kali ini mau review lipmatte by Olsheskin, mungkin gak asing lagi salah satu brand lokal ini. Elsheskin mengeluarkan lipmatte 5 macam varian warna yang berbeda, diantaranya yaitu Rossana, autumn, hailey, adora, ava. varian warna tersebut sangat cocok untuk remaja maupun dewasa. warna lipmattenya  bagus juga digunakan untuk siang hari maupun malam hari.

menurut ku untuk warna yang digunakan pada siang hari shade rossana dan autumn. kedua lipmatte ini mempunyai warna yang sangat kalem, menyatu dengan bibir, untuk rossana mempunyai warna lebih ke pink dan autumn warna lebih endekati orange. warna ini merupakan warna netral dan kalem yang dimiliki oleh Elsheskin.

selain dua warna itu, masih ada 3 warna lain yang dimiliki oleh elsheskin, warna tersebut diantaranya  yaitu ava, hailey, dan adora. Ava memiliki warna ungu muda, hailey mempunyai warna ungu tua dan adora memiliki warna merah. warna ini sangat cocok untuk acara malam hari maupun untuk acara pesta. warna ini lebih terkesan strong

lipmatte by Elsheskin ini mempunyai struktur yang lembut, tahan lama kurang lebih 5 jam ketika aku pakai, tidak kalah dengan brand lipmatte lokal lainnya. tidak bikin bibir kering juga (disini aku mempunyai tipe bibir yang kering dan gampang pecah), dipakai sangat enteng (seperti tidak pakai lipmatte). 5 jam yang aku maksudkan disini aku tetap makan minum seperti biasa, untuk makanan yang aku makan berminyak tapi gak terlalu berminyak banget sih.

girl disini aku pernah dapet challenge dari follower instagram aku,
"kak coba dong dipakai makan coto makasar"
dan aku sudah coba girl warnanya gak semua langsung hilang, yang hilang cuma sedikit aja sih gak hilang yang bener-bener hilang banget.

lipmatte ini gak kalah saing dengan lipmatte yang brand lokal yang mempunyai harga diatas ini

harga cukup terjangkau hanay 49.0000/pc

sekian girl, semoga bermanfaat

wassalamualaikum wr.wb